Postingan

Menampilkan postingan dengan label feature article

Top 10: My Favorite Romantic Scene in Movies

Gambar
Saya berpendapat bahwa film romantis itu sama berbahayanya dengan film-film kekerasan, karena berkat film-film romantis, standar perempuan dalam mencari pria idaman jadi terlalu tinggi. Saya juga berpendapat bahwa film romantis terkadang lebih tidak masuk akal daripada film-film science-fiction, karena menemukan pria ganteng, kaya, setia, dan rela melakukan apa saja untukmu jauh lebih tidak masuk akal daripada, misalkan, dunia ini dikuasai oleh robot. Ah, tapi sebagaimana kebanyakan lelaki menyukai film-film superhero, bagi perempuan film romantis tetaplah sebuah eskapisme dari dunianya yang menjemukan. Termasuk saya. Berikut ini saya merangkum beberapa scene romantis favorit saya. Kebanyakan adalah film-film yang relatif baru, karena referensi film saya memang masih terbatas, dan saya emang ga terlalu suka nonton film-film lama. Semua scene romantis di sini adalah yang mengesankan saya dan membuat saya terbawa perasaan (disusun secara tidak berurutan).  #1 Up (Pete Docter, 2009) S...

Penjelasan Ending Film Hereditary (2018)

Gambar
* SPOILER ALERT * Disebut-sebut sebagai salah satu film horror terseram tahun ini (atau bahkan satu dekade ini), feature film pertama dari Ari Aster - sutradara yang masih berusia 31 tahun - berjudul Hereditary ini sukses mencuri perhatian kita semua. Ga cuma seram aja, tapi Hereditary menawarkan pengalaman nonton tidak biasa, terutama untuk orang Indonesia yang terbiasa menonton film-film horror mainstream yang biasa tayang di bioskop Indonesia, seperti The Conjuring universe. Kemungkinan, banyak di antara kalian yang habis nonton ini bengong karena ga nyambung . Jadi saya akan coba bantu menjelaskan berikut ngasih sedikit sudut pandang,  from my own perspective. Anyway, berhubung saya baru nonton sekali - jadi kemungkinan besar tulisan saya di bawah ini ga bakalan 100% benar. Mohon koreksinya di kolom comment yes.  THE PLOT Hereditary bercerita tentang Annie Leigh  (Toni Collette) , seorang miniaturist artist. Ia tinggal bersama suaminya Steve (Gabriel Bryne) , a...

Random Thought: The Lack of Female Movie Critics

Gambar
Tulisan ini adalah pemikiran random saya setelah membaca sebuah berita. Awalnya saya ingin menuliskan uneg-uneg saya pada akun facebook saya, tapi saya merasa lebih relevan kalo saya taruh di blog ini. Namanya juga pemikiran random, maka maafkan jika tulisan saya beneran random dan melompat-lompat. Ini bukan esai formal, ini cuma sekedar racauan ~ THE LACK OF FEMALE MOVIE CRITICS Dalam acara Crystal + Lucy Awards, aktris pemenang Oscar untuk film Room, Brie Larson mengumumkan bahwa Sundance dan Toronto Film Festivals akan mengalokasikan kuota 20% jurnalis dari kalangan minoritas (perempuan dan kulit berwarna). Ia bilang bahwa filmnya A Wrinkle in Time flop di pasaran karena kurangnya kritikan yang komprehensif, terutama menurutnya kritikus film saat ini didominasi oleh pria kulit putih. Kira-kira pidatonya begini: "I don’t need a 40-year-old white dude to tell me what didn’t work about A Wrinkle in Time. It wasn’t made for him! I want to know what it meant to women of colour, bira...

Manic Pixie Dream Girl dan Hidupmu yang Miserable

Gambar
Halo, readers! Di artikel kali ini saya nggak akan mereview film, namun tenang aja, masih berhubungan dengan film. Belakangan ini saya bergabung di sebuah grup facebook pecinta film yang cukup aktif. Banyak anggotanya yang bisa me- review film dengan lumayan baik. Di satu sisi saya merasa senang bahwa rupanya sudah cukup banyak penonton yang mampu memberikan kritikan yang baik dalam mengapresiasi film dan sudah cukup well-educated untuk tahu mana tontonan yang baik dan mana yang jelek. Namun di lain sisi.... sebagai movieblogger yang sudah ngeblog dari tahun 2011, saya jadi tertantang dong untuk bisa nulis artikel lain yang nggak cuma sekedar " ngereview film" yang rupanya sudah banyak yang bisa melakukannya. I should write someting more than "why this movie is good or bad"..  Lalu saya kepikiran untuk mengupas film dari sisi lain: moral story atau life lesson. Sempet kepengen nulis soal beginian di blog saya lainnya kontemplasiliar, namun berhubung pembaca blog...

Apa yang Salah Dari Pengabdi Setan (2017)

Gambar
Ngomong-ngomong, berhubung film ini kayaknya udah ditonton banyak orang, jadi resensi yang saya tulis ini akan penuh dengan spoiler ya. Saya agak gatel untuk nulis review ini tanpa spoiler, berhubung saya merasa film Joko Anwar ini punya banyak masalah... Itulah kenapa saya kasih judul review ini: Apa yang Salah dari Pengabdi Setan (2017) . Saya tahu, review ini akan sangat dibenci oleh banyak orang yang memuja film ini. Apalagi sesama blogger lain pun bilang film ini bagus banget. Saya nggak pernah mengklaim diri saya sebagai kritikus, soalnya seorang kritikus harus bisa obyektif dalam menilai sebuah karya film. Nah, saya cenderung sangat subyektif dan suka-suka aja kalo ngereview, dan kalau mood nyinyir saya sudah keluar, saya akan terlihat seperti tukang nyinyir yang menyebalkan (istilahnya: pretentious asshole) . Sebagai penikmat film, saya juga selalu punya problem dengan film-film Indonesia. Entahlah, saya pokoknya sombong banget dan ga nasionalis sama film lokal. Film Indones...

Penjelasan Film Blade Runner 2049

Gambar
Dua puluh empat jam setelah nonton  Blade Runner 2049, dan saya masih belum bisa move on. Blade Runner 2049  menawarkan kompleksitas cerita yang sayang banget kalau nggak dibikin artikel khusus sendiri. Walaupun hype Blade Runner 2049 emang lumayan tinggi, tapi saya juga ngrasa film ini ga se-"santai" yang diharapkan penonton awam, hingga mungkin ada beberapa di antara kalian yang kebingungan dan mengharapkan penjelasan lebih rinci. Saya menulis ini berdasarkan satu kali nonton aja, jadi mungkin ada banyak poin yang bisa jadi saya kelewatan dan ga match, jadi please kalau ada yang punya perspektif lain yang lebih benar bisa nulis di comment ya. (SPOILER ALERTS! Buat yang belom nonton ada baiknya baca review Blade Runner 2049 , lalu nonton, trus baru deh kembali ke sini lagi. Dan ngomong-ngomong, artikel ini bakal panjang.... So, be prepare... ). BLADE RUNNER (1982) : THE ORIGINAL Saya nggak tahu apakah mereka yang belom nonton versi ori-nya bisa langsung paham dengan se...