Postingan

Menampilkan postingan dengan label random thought

Apa yang Salah dari Hubungan Milea - Dilan di Dilan 1990

Gambar
Halo. Kembali lagi dengan rubrik khusus dari nikenbicarafilm, Belajar Hidup Dari Film. Kali ini, mari kita belajar tentang cinta dan bagaimana menjalin hubungan yang baik dari film Dilan 1990. Mungkin kalian bertanya-tanya: really? Dilan 1990?  Iya beneran. Jadi demi apa suatu sore saya menonton Dilan 1990. Salah satu film Indonesia paling populer tahun 2018 ini, dan mungkin paling populer yang pernah ada, dan terbukti telah membuat banyak perempuan terklepek-klepek mendengar rayuan manis dari Dilan (diperankan oleh Iqbaal, mantan personel CJR). Walaupun Dilan 1990 adalah film yang begitu populer, tapi di balik kepopulerannya film ini juga punya haters yang cukup militan (kemungkinan sih cowok-cowok yang merasa tersaingi dengan kesempurnaan Dilan). Saya sendiri sih bukan haters, tapi saya merasa Dilan 1990 ini..... gombal sekali. Terlalu banyak kekurangan yang bikin saya gemas-gemas nyinyir saat menontonnya. Saya ini romantis melankolis, dan saya suka dengan film-film romanti...

Mempertanyakan Keputusan Louise (Amy Adams) dalam Menerima Takdirnya di film Arrival (2016)

Gambar
Perhatian! Tulisan ini akan mengandung spoiler dari film Arrival (Dennis Villeneuve, 2016). Bagi yang belum nonton diharapkan jangan baca tulisan ini ya daripada kesel karena kena ranjau spoiler.  Beberapa saat yang lalu saya sudah mengungkapkan keinginan saya untuk bisa mengisi blog ini dengan rubrik-rubrik baru selain sekedar mereview film. Lalu saya kepikiran untuk bikin semacam esai yang ngebahas pesan-pesan dalam film. Saya namakan rubrik ini Belajar Hidup dari Film , dan rencananya rubrik ini merupakan semacam curhatan atau pandangan pribadi saya soal  pesan hidup dari film-film yang berkesan buat saya. Mudah-mudahan tulisan ini barokah. Halah. Kali ini saya ingin ngebahas soal film Arrival , film sci-fi yang disutradarai oleh Dennis Villeneuve dan dirilis akhir tahun 2016. Film ini sendiri saya nobatkan sebagai film terbaik versi NikenBicaraFilm tahun 2016 , karena film ini mengandung 2 hal utama kesukaan saya: tentang alien & luar angkasa, dan unsur drama emosion...

Rubrik Baru : Belajar Hidup dari Film

Gambar
One of my favorite scene in American Beauty (1999). Sejak lihat scene ini saya jadi terpesona melihat daun dan tas kresek yang tertiup angin.  Halo, para pembaca.  Usia blog Niken Bicara Film ini sudah mencapai delapan tahun - waktu yang cukup lama. Saya teringat awal pertama menulis blog, betapa saya masih terbata-bata saat menulis dan menjabarkan bagaimana sebuah film dikatakan bagus dan jelek. Kamu bisa membaca tulisan-tulisan lama saya, dan menertawakan betapa konyol dan buruknya saya tulisan kala itu. Sengaja saya tetap memasangnya di blog ini tanpa mengeditnya terlalu banyak, supaya menjadi pengingat buat saya (dan mungkin buat beberapa pembaca setia di blog ini - jikalau memang ada yang setia) bahwa menjadi mahir menulis itu membutuhkan proses yang tidak sebentar, dan sampai sekarangpun tulisan saya masih pula tidak karuan. (Tapi ngomong-ngomong, selama delapan tahun saya menyadari saya adalah penulis yang lambat dan moody, bahkan hingga saat ini. Nulis satu artikel bia...

Random Thought: The Lack of Female Movie Critics

Gambar
Tulisan ini adalah pemikiran random saya setelah membaca sebuah berita. Awalnya saya ingin menuliskan uneg-uneg saya pada akun facebook saya, tapi saya merasa lebih relevan kalo saya taruh di blog ini. Namanya juga pemikiran random, maka maafkan jika tulisan saya beneran random dan melompat-lompat. Ini bukan esai formal, ini cuma sekedar racauan ~ THE LACK OF FEMALE MOVIE CRITICS Dalam acara Crystal + Lucy Awards, aktris pemenang Oscar untuk film Room, Brie Larson mengumumkan bahwa Sundance dan Toronto Film Festivals akan mengalokasikan kuota 20% jurnalis dari kalangan minoritas (perempuan dan kulit berwarna). Ia bilang bahwa filmnya A Wrinkle in Time flop di pasaran karena kurangnya kritikan yang komprehensif, terutama menurutnya kritikus film saat ini didominasi oleh pria kulit putih. Kira-kira pidatonya begini: "I don’t need a 40-year-old white dude to tell me what didn’t work about A Wrinkle in Time. It wasn’t made for him! I want to know what it meant to women of colour, bira...

Manic Pixie Dream Girl dan Hidupmu yang Miserable

Gambar
Halo, readers! Di artikel kali ini saya nggak akan mereview film, namun tenang aja, masih berhubungan dengan film. Belakangan ini saya bergabung di sebuah grup facebook pecinta film yang cukup aktif. Banyak anggotanya yang bisa me- review film dengan lumayan baik. Di satu sisi saya merasa senang bahwa rupanya sudah cukup banyak penonton yang mampu memberikan kritikan yang baik dalam mengapresiasi film dan sudah cukup well-educated untuk tahu mana tontonan yang baik dan mana yang jelek. Namun di lain sisi.... sebagai movieblogger yang sudah ngeblog dari tahun 2011, saya jadi tertantang dong untuk bisa nulis artikel lain yang nggak cuma sekedar " ngereview film" yang rupanya sudah banyak yang bisa melakukannya. I should write someting more than "why this movie is good or bad"..  Lalu saya kepikiran untuk mengupas film dari sisi lain: moral story atau life lesson. Sempet kepengen nulis soal beginian di blog saya lainnya kontemplasiliar, namun berhubung pembaca blog...

Kenapa Violence Movie Menghibur?

Gambar
Kebetulan, selain blog pribadi nikenbicarafilm ini, saya juga ikut proyek blog rame-rame dengan beberapa teman perempuan. Nama blognya: Tulisanperempuan (update: sekarang sudah ga aktif lagi). Hanya sekedar proyek mini berhubung kita sama-sama suka nulis dan mencurahkan pemikiran (bukan perasaan!). Kebetulan artikel berikut ini pernah saya tuliskan di blog tersebut, jadi sekalian promo blog baru dan kebetulan agak nyambung pula dengan tema film di blog ini, saya tuliskan ulang di sini: Kenapa Violence Movie Menghibur? Ada pertanyaan yang menggelitik saya selepas menonton Deadpool - sebuah film superhero dengan rating R karena adegan brutal dan humor dewasanya: Apakah kita sebenarnya menyukai kekerasan? Tarantino's Pulp Fiction, salah satu conton violence movie yang "cool" Jika pertanyaan itu ditanyakan langsung, saya rasa sebagian besar orang akan menentangnya dan mengaku tidak menyukai segala bentuk kekerasan. Memang, segala bentuk kekerasan fisik dilihat dari kacamata H...